Lalu bagaimana dengan pemerintah kita?, seperti biasa Negara kita terkesan membiarkan bahkan memberi pernyataan kepada publik Indonesia pun belum di sampaikan, padahal hal ini membuat resah rakyat Indonesia, Indonesia tidak di hormati lagi oleh Malaysia, dan kita hanya tinggal diam.
Mungkin karena pernyataan Malaysia di anggap tidak terlalu mengakui kekayaan budaya tersebut sebagai milik mereka, karena dalam pernyataanya menyebutkan bahwa kakayaan budaya itu merupakan milik melayu yang merupakan asal tanah leluhur penduduk asli Malaysia, bukankah penduduk asli Indonesia juga berasal dari melayu?, mungkin karena itu Indonesia terkesan lembek,.
Tetapi tetap saja bagi kita sebagai Negara yang punya harga diri seharusnya berani menegur
Beberapa cipta rasa dan karsa
Lagu rasa sayange[maluku]
Tari reog [ponorogo]
Bunga raflesia/bunga bangkai [
Tari sedet [bali]
Wayang kulit [jawa]
Angklung [sunda]
Batik
Banyangkan …. Kekayaan budaya diatas sejak kecil kita dengar dan kita yakini sebagai bagian dari kehidupan kita, dan kini diakui oleh Negara lain yang belum tentu pernah mendengar bahkan belum tentu mengerti dan melestarikan kebudayaan tersebut, di mana rasa nasionalisme kita?.

0 komentar:
Poskan Komentar